WARTA | GAYA HIDUP

Maturing Gracefully through Work of Art Sebuah Retrospeksi dari Agnes Budhisurya

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

WartaJakarta.com-Jakarta
Pada tahun 1958, seorang Agnes yang masih berumur 13 tahun membuat gaun
nya sendiri dibawah arahan sang ibu, seorang pembuat gaun pernikahan, sementara sang ayah bekerja menciptakan rangkaian bunga yang cantik dan
kerajinan kertas dengan bentuk burung dan kupu-kupu yang lembut dengan
tangan-tangan nya yang kokoh.

Sejak saat itu, sepanjang hidupnya Agnes selalu membuat gaun-gaun melalui banyak bentuk dan pengalaman hidup. Dari pertama kali mendapatkan pesanan secara komersial ketika bekerja bersama dengan kakak dan adiknya, membuat pakaian untuk teman-teman kuliahnya, sampai ketika mendapatkan pesanan besar pertama yang membuatnya memulai perusahaan dan merek usahanya, Agnes telah melakukan semuanya secara konsisten dan luwes sejak usia dini .
Memulai semuanya seorang diri hanya dengan modal kain dan gunting,
hingga mempekerjakan sampai 150 orang dalam pengerjaan bordir, bahan
mewah yang dilukis, sampai batik dan tenun, tahun ini Agnes merayakan
perayaan 60 tahun dalam menjalankan apa yang selama ini dia kerjakan
dengan penuh gairah, dalam menjalankan hidup dan berkarya, menciptakan
kreasi yang cantik.

Meskipun Agnes mulai membuat pakaian-pakaian indah sejak dari masa
remaja, sampai bermitra dengan kakak perempuan nya dalam industri
konveksi, dimana sang kakak menjualkan karya-karyanya dari pintu ke
pintu, sampai akhirnya memasuki bisnis tersebut sendiri, dia menemukan suatu
gaya yang menonjolkan karya-karya nya di dunia mode melalui bordir.

Karyanya dengan bordir membumbungkan tinggi namanya, dan hasil karya￾karya tersebut terpampang di jendela-jendela butik di tempat-tempat sejauh Tokyo, New York, bahkan hingga di Timur Tengah dan Afrika Selatan. 

Seiring dengan kesuksesan tersebut, mulai banyak tiruan dari karya-karyanya
dimana-mana, sehingga membawa dia untuk terus memikirkan bagaimana
agar karyanya menjadi semakin unik dan tidak bisa ditiru.

Melalui kecintaannya terhadap seni lukis, dia akhirnya menemukan media baru, cat lukis. Sejak saat itu semua desain Agnes selalu diperkaya dengan sapuan
kuasnya, mulai dari lembaran kain yang halus, hingga kemudian melalui
karyanya dengan batik dan tenun, memastikan bahwa semua desain dan
kainnya memiliki keunikan yang hanya bisa dimiliki oleh karya Agnes Budhisurya.

Bergabunglah bersama kami pada tgl 16 April 2018 di Mitra Hadiprana, dimana
Agnes bersamaan menampilkan 73 koleksi dalam merayakan, dan 73 tahun usianya sebagai sebuah retrospeksi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending