WARTA | NASIONAL

Wawan Purwanto,Pengamanan Saat ini Kondusif

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com–Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan dan menetapkan hasil akhir pemilu 2019, Badan Intelejen Negara (BIN) memastikan kondisi Jakarta kondusif dan aman.

Ditemui saat buka puasa bersama wartawan di Pancoran kawasan Jakarta Selatan 21/5/2019,juru bicara BIN, Wawan Purwanto mengatakan,"Pengamanan saat ini sudah maksimal ,semua under control. Jadi kita melihat perkembangan yang ada masih tetap seperti yang sekarang,untuk itu saya mengapresiasi kinerja aparat keamanan,pengamanan yang dilakukan TNI dan Polri telah berjalan efektif, terutama dalam menggagalkan sejumlah teror.

“Hal tersebut ditandai dengan penangkapan 70 lebih terduga teroris dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2019. Kendati aman, BIN dan aparat keamanan tidak boleh lengah. Evaluasi lapangan dan prosedur keamanan tetap dijalankan,” ujar Wawan.


"Keselamatan rakyat sangat diutamakan dan tidak menghendaki ada benturan antara satu dengan yang lain ,bagi yang tidak puas dengan hasil pilpres dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum karena itu memang secara konstitusional diberikan memang tidak ada larangan untuk demo akan tetapi tidak boleh anarkis tidak boleh ada pelanggaran -pelanggaran hukum maka pelajari dulu aturan mainya tutur Wawan.


Seperti apa yang telah disampaikan oleh Pak Prabowo bahwa Ia tidak menghendaki adanya kekerasan dan "Bagi yang melakukan kesalahan,anarkis berarti bukan sahabat Prabowo" hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang negarawan hal ini juga terlihat beliau akan menempuh cara-cara konstitusional melalui Mahkamah Konstitusi ini juga menunjukkan bahwa apa yang selama ini ramai di medsos ternyata di lapangan berbeda karena di medsos itu siapapun bisa berkomentar lebih tajam berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan,imbuhnya.

Menyikapi kemungkinan adanya penumpang gelap teroris Ia mengimbau tidak boleh terpancing jangan sampe ada yang memprovokasi yang akan menjadi rusuh.Namun sejauh ini, ia menakar tak ada gejolak berlebihan dalam menyikapi pengumuman pemenang pemilihan umum, khususnya pemilihan presiden. Sebab dua calon presiden sepakat mengecam adanya kekerasan.

Dr.Robi Nurhadi,Pengamat Politik mengatakan,"Menggiring kekuatan-kekuatan politik itu yang tadinya bersama dengan Koalisi Prabowo bisa kemudian dia akan mengalami guncangan-guncangan keyakinannya bahwa pilihannya itu akan bisa diteruskan atau tidak. Ini harus dilihat sebagai suatu keadaan dimana satu sisi saluran politik terancam terhambat tetapi di sisi lain ini juga bisa dilihat oleh kekuatan-kekuatan politik sebagai peluang untuk mengambil kepentingan- kepentingan atau keuntungan keuntungan politik yang lainnya namun saya kira ada yang lebih penting dari semua ini adalah saat kita melihat bahwa ada hal yang jauh lebih besar untuk di selamatkan yaitu proses konsensus politik nasional ini yang kemudian menjadi masalah kita hari ini di mana bisa diuji semua untuk mampu memberikan pikiran terbaiknya langkah politik terbaiknya dan semua partai- partai agar bisa mengarah kepada satu jalan satu tujuan Indknesia yang damai.

"Oleh karena itu saya kira ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan bahwa para pemangku kepentingan politik para media atau kelompok untuk mengambil pilihan-pilihan mementingkan terjadinya proses revolusi politik ,Saya yakin kan satu hal bahwa kalau kita mengalami kebuntuan politik maka yang mengalami kerugian adalah kita semua situasi ini yang perlu kita sadari buat bersama-sama supaya kita mengambil pilihan-pilihan yang terbaik,Saya kira kedua belah pihak juga yakin menunjukkan ke negara lainnya tentang kenegarawanannya dan itu yang menjadi keyakinan saya bahwa kedua belah pihak itu akan menempuh jalur yang diberikan oleh konstitusi tentu ke Mahkamah Konstitusi,tutup Robi.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735