WARTA | NASIONAL

Silaturahmi Ribuan Jenderal Purnawirawan TNl-Polri dengan Capres Joko Widodo

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com- Jenderal Purnawirawan TNl-Polri mengadakan silaturahmi politik kebangsaan dengan Calon Presiden RI Joko Widodo, sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian terhadap kepemimpinan nasional 2019-2024, yang akan dipilih melalui kontestasi politik Pilpres 2019.

Menurut pandangan para Jenderal Purnawirawan TNl-Polri yang tergabung dalam jejaring komunitas CAKRA19 (salah satu Tim Relawan #01 Jokowi‘Amin), tujuan demokrasi yang diimplementasikan melalui Pemilu, perlu dijaga dan dirawat bersama agar tidak menjadi ajang caci maki, praktek saling fitnah, dan saling menjatuhkan sesama anak bangsa dengan tujuan sempit atau pragmatisme kekuasaan semata. Untuk itu, sesama anak bangsa tidak boleh tergelincir ke dalam permusuhan dan kebencian hanya dikarenakan alasan kontestasi politik. terutama perebutan kursi Presiden/ Wakil Presiden.

Memang diakui, pada saat-saat seperti ini banyak praktek tipu muslihat dan provokasiprovokasi, bahkan semburan dusta, baik kasat mata dan tersembunyi dengan mengabaikan fakta, tidak berpegang teguh pada kepentingan nasional, melainkan berpatok pada kepentingan golongan dan kelompok, yang pada akhirnya menimbulkan kebimbangan dan kegalauan publik untuk menentukan pilihan politik.

Bagi setiap prajurit, terutama para Jenderal Purnawirawan TNl-Polri, doktrin kewajiban mempertahankan kedaulatan negara bukan saja ketika berperang di medan tempur, namun sebagai warga negara, juga mengabdi sekaligus ikut berpartisipasi politik kebangsaan, dalam bingkai Pancasila, UUD’4S, NKRI dan bineka tunggal ika.

Eksistensi Jenderal Purnawirawan, bukanlah suatu golongan di luar masyarakat, atau satu kasta yang berdiri di atas masyarakat, tetapi merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat itu sendiri. Sehingga apa yang dialami dan dirasakan masyarakat juga dirasakan, termasuk menghadapi geliat polltik nasional menuju Pemilu serentak 2019, wabil khusus pemilihan presiden (Pilpres).

Hari-hari ini, munculnya praktek politik intoleran, primordial beraroma SARA, menjurus radikal dan menghalalkan segala cara, termasuk pemutarbalikan fakta, fitnah, dusta hingga aneka hoaks yang mengotori ruang publik, telah menimbulkan disharmoni dan kerusakan kohesi sosial, sehingga tidak elok dibiarkan berlangsung secara masif sistematis. Apalagi pola-pola seperti ini, bukanlah tradisi model Indonesia, serta jauh dari etika dan moral bangsa yang diwariskan para founding fathers.

Sekali lagi, bagi para Jenderal Purnawirawan TNl-Polri, tak ada pilihan selain menjaga keutuhan dan kedaulatan politik nasional. Sedangkan kebinekaan atau pluralisme sebagai harta termahal perekat kebangsaan, juga harus diwariskan untuk generasi masa depan melalui kehadiran pemimpin nasional yang mumpuni, teruji, terbukti dan berkomitmen memajukan kesejahteraan bangsa, serta memegang teguh nilai-nilai Pancasila.

Terkait kepemimpinan nasional inilah, ribuan Jenderal Purnawirawan atas inisiatif atau pandangan politik personal, secara objektif dan faktual menilai bfigur pasangan Capres Cawapres #01 Jokowi-Amin, mampu memajukan Indonesia untuk kemaslahatan umat, sehingga sangat layak didukung menjadi Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024, melalui kemenangan Pilpres 17 April 2019.Tim CAKRA 19:Letjen TNI purn.Eko Wiratmoko(Mantan Sesmenko Polhukan),Mayjen TNI Purn.Andogo Wiradi(Mantan Deputi Kantor Staf Presiden),Laksda TNI Purn.Iskandar Sitompul(Mantan Kapuspen TNI).Ungkap akhir di Jl ESPO Kemayoran.(slamet)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending