WARTA | NASIONAL

Hijrah Total, Narapidana Nusakambangan Ramai-ramai Hapus Tato.

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Semangat berhijrah. Jika masih bisa, kelak kami juga ingin kembali dengan bersih memenuhi panggilanNya," ucap IK salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat ditemui INFO_PAS di Lembaga Pemasyarakatan Kembangkuning, Pulau Nusakambangan, Cilacap yang tengah menggelar gerakan hapus tato bagi WBP, Sabtu (9/2).

Banyak dari mereka yang mengaku akhirnya menyesal karena tidak berfikir panjang saat memutuskan untuk memenuhi tubuh mereka dengan tato.

"Sungguh kami takut jika penebusan dosa kami di lapas ini, ibadah kami tidak ada artinya di hadapan Allah hanya karena sebuah tato," tambah TN, Narapidana kasus pembunuhan yang masih akan menjalani masa pidananya selama 6 tahun lagi di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan.

Antusiasme terlihat jelas pada raut wajah para narapidana hijrah. Berbondong-bondong keluar blok hunian untuk segera mendaftarkan diri untuk menghilangkan tato.

"Hijrah itu indah, kami tidak pernah memaksa, ini murni inisiatif WBP sendiri untuk ikut gerakan hapus tato," ungkap dr. Sudiro, Kepala Seksie Pembinaan Narapidana Lapas Kembangkuning Nusakambangan.

Sudiro menyatakan bahwa gerakan hapus tato yang merupakan Kerjasama antara Islamic Medical Service (IMS) dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) merupakan langkah yang sangat bijak.
"Program ini sangat dinanti dan sangat berguna untuk memberikan motivasi, harapan dan suntikan semangat baru bagi WBP yang ingin berubah menjadi lebih baik," tutur Sudiro.

Sementara itu, Direktur Islamic Medical Service, Imron Faizin yang juga turut hadir dalam kegiatan itu menyatakan pihaknya sangat senang dapat membantu sekaligus memberikan semangat hijrah bagi para WBP.

"Ini kesempatan yang sangat baik. Kami juga merasa beruntung bisa ikut berpartisipasi membantu pembinaan WBP, bahkan memberikan suntikan semangat hijrah," imbuhnya.

"Semoga ini menjadi jalan yang baik dan ibadah bagi kita semua,pungkasnya.
(Slamet)

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735