WARTA | EKONOMI

Investasi Cuma 1,6 Miliar, Sudah Bisa Bangun Hotel Lewat Bobobox

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Maraknya bisnis pariwisata mendorong sejumlah anak muda asal Bandung untuk mengagas bisnis hotel kapsul, Bobobox. . Trend hotel kapsul di berbagai Negara ditangkap sebagai peluang bisnis yang menjanjikan oleh Antonius Bong, Managing Partner Bobobox. "Kami melihat saat ini, pariwisata di Indonesia tengah naik daun, dan keccenderungan anak muda untuk berwisata semakin tinggi, itu sebabnya bisnis pariwisata akan menjadi trend yang menarik untuk bisnis," kata dia dalam acara Pameran franchise, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Anton menyadari bahwa kepraktisan dan efisiensi menjadi salah satu pertimbangan pelancong dalam memilih hotel. Itu sebabnya, bisnis yang digagasnya laris manis diminati para pelancong yang kebanyakan berusia muda. "Dari pengalaman kami, okupansi hotel kapsul kami di Pasir Kaliki Bandung mencapai 85%, jadi kalau dihitung, dengan model bisnis yang kami terapkan, payback period bisnis ini cukup singkat, hanya sekitar 3,5 tahun, sementara bisnis serupa bisa 10 tahun baru bisa BEP," katanya.

.

Sementara itu, Managing Partner Bobobox, Indra Gunawan menyebutkan bahwa bisnis hotel Bobobox tidak memerlukan investasi mahal. Cukup dengan Rp 1,6 miliar, investor bisa memiliki bisnis hotel dengan minimal 16 kamar hotel kapsul. "Investasi itu sudah komplet, termasuk renovasi, desain interior, dan semua perlengkapan usaha. Mitra tinggal menyiapkan tempat," jelasnya.

Untuk bisa mendirikan Bobobox, mitra harus memiliki tempat dengan luas minimal 225 m2. Bangunannya bisa terdiri dari satu lantai atau ruko tiga lantai.

Tarif hotel Bobobox dibanderol mulai Rp 178.000 per pod. Jika pelanggan menggunakan aplikasi saat hari biasa, tarifnya bisa Rp 153. 000 per pod. Saat akhir pekan, tarifnya naik menjadi Rp 228.000 per pod.

Meski tarifnya relatif lebih miring, Indra meyakini konsep hotel kapsul yang ditawarkannya ini tidak sama dengan lainnya. Unsur teknologi akan menjadi andalan. Proses booking, check in, sampai masuk ke pod cukup butuh waktu 2 menit. "Proses booking, check in dan check out sudah menggunakan aplikasi, sehingga tidak perlu kartu atau kunci dan tidak perlu banyak SDM," kata dia.

Menurut Indra, target market hotel kapsul Bobobox adalah kalangan milenial dan para backpacker. "Visi kami yaitu to be the number 1 hospitality company in the world” dengan memberikan akses supaya “everyone can travel," ujar Indra

Jika ingin menghitung perkiraan omzet, dalam lima bulan terakhir, 62 kapsul hotel milik Bobobox di Bandung tingkat okupansinya sudah mencapai 85%-90%. Pihak nya juga mengenakan biaya manajemen tiap bulan sebesar 5% dari omzet. Dengan efisiensi SDM dan aplikasi teknologi, Indra sangat yakin, calon mitra bisa meraup keuntungan hanya dalam waktu 3,5 tahun.

"Jadi tak perlu ragu dengan iming-iming 3,5 tahun balik modal yang kami cetuskan, karena sejak awal kami sudah mengeliminasi proses yang memakan biaya operasional tinggi," tuturnya.

Ke depan, Bobobox tengah menjajaki kerjasama kemitraan dengan belasan mitra di berbagai daerah seperti Bangka, Bali dan Surabaya. Bahkan dalam waktu dekat Bobobox akan membuka satu cabang lagi di Bandung dan Jakarta.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending


Warning: unlink(error_log): No such file or directory in /home/beritanu/wartajakarta.com/media1.php on line 735