WARTA | NASIONAL

Tanggap Bencana Sulteng,Dorong Kesiapan Sulteng Bangkit

WARTAJAKARTA / ISTIMEWA

Wartajakarta.com-Kendati tetap memprioritaskan penanganan darurat pada pencarian dan evakuasi korban, sejak akhir pekan lalu, pemerintah juga fokus untuk menggerakkan kembali roda pemerintahan daerah, ekonomi, dan perbankan di sejumlah kawasan di Sulteng, yang pada Jumat (28/9/2018), dihantam gempa, tsunami, dan likuifaksi.

Data yang diperoleh dari Kogasgabpad Darurat Bencana Sunami Sulawesi Tengah di Palu, per 7 Oktober 2018, pukul 17.00 Wita dari update penanganan bencana, di antaranya, diketahui bahwa telah ditemukan sebanyak 1.944 korban meninggal dunia di Sulteng dan Sulbar.

Dari jumlah korban tersebut dapat dirincikan, sebanyak 815 telah dimakamkan di Paboya, 35 jenazah dimakamkan di Pantoloan, 1.059 di pemakaman keluarga, dan 35 di Donggala. Sedangkan, sebanyak 2.549 korban menderita luka-luka akibat bencana tersebut, korban tertimbun 152, rumah rusak 65.733, angka pengungsi yang terdeteksi terus mengalami penurunan.

Upaya mengaktifkan kembali kantor-kantor pemerintahan daerah dan , pengoperasionalan pelayanan bank, lalu upaya menstabilkan BBM ke SBPU- SBPU, dan optimalisasi fungsi jaringan telekomunikasi menjadi salah satu di antara sejumlah langkah prioritas yang digenjot oleh pemerintah. Demi mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sulteng.
Hari ini, diinformasikan PT Telkom Indonesia (Persero) telah melakukan pemulihan 80 persen site BTS layanan seluler setelah bencana gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah. Beberapa hari lalu juga diinformasikan, jaringan backbone Telkom rute Palu-Donggala-Makassar dan rute Palu-Parigi-Manado sudah pulih 100 persen.
Ratusan tenaga teknis terlatih juga dikerahkan untuk memobilisasi mobile genset dan mobile BTS. Di samping itu, sinergi antar-BUMN akan terus berlangsung khususnya dalam hal pemulihan catuan listrik dan penyediaan bahan bakar untuk genset. Bukan hanya upaya pemulihan jaringan telekomunikasi secara maksimal, tujuh BUMN juga telah mendirikan posko BUMN Peduli Bencana Sulteng untuk menyalurkan bantuan-bantuan seluruh BUMN bagi masyarakat yang terdampak. Di antaranya, menyediakan program bantuan khusus berupa fasilitas internet dan telepon gratis di 17 posko tanggap darurat di berbagai lokasi.

Sementara itu, Pertamina telah memulihkan 33 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari 36 unit yang ada di wilayah terdampak. Untuk mengantisipasi antrian, Pertamina juga menjual BBM dengan kemasan 15 liter dan SPBU mini di 50 titik. Pertamina mengharapkan pemerintah daerah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa pasokan BBM aman untuk 14 hari ke depan, sedangkan solar 23 hari.

Pertamina selalu memonitor ketersediaan pasokan sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik. Sementara itu, suplai listrik sudah dapat dinikmati sebagian besar warga yang berada di wilayah terdampak. Gardu induk telah beroperasi dan sejak Sabtu (6/10/2018), wilayah Parigi Moutong sudah teraliri listrik.

PLN dengan dukungan 1.500 personel dari seluruh Indonesia berusaha untuk memperbaiki seluruh jaringan listrik yang rusak. Secara pararel, selain mengaliri listrik ke rumah warga, PLN juga melakukan prioritas untuk bangunan di dalam kota, khususnya rumah sakit. Tujuannya untuk menghidupkan pereokonomian setempat. Sederet upaya simultan yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah, beserta sejumlah BUMN dan pihak-pihak terkait lain untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi di Sulteng, kian mengkuat melalui fungsionalisasi aparatur daerah.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Now Trending