Selasa, 21 Februari 2012 - 16:17:52 WIB
Menteri ESDM Dinilai Lambat Soal Konversi BBM ke Gas.
Diposting oleh : Redaksi
Jakarta, (Wartajakarta.com)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kembali kedatangan puluhan mahasiswa peduli energi gas (MPEG), para mahasiswa tersebut, mendesak agar pemerintah segera melakukan konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG).

Koordinator Mahasiswa Peduli Energi Gas, Lendi Octapriyadi mengatakan peralihan ke BBG adalah solusi paling efektif untuk mengatasi tingginya subsidi dan keterbatasan serta minimnya stok BBM nasiona.

Padahal cadangan gas dan lapangan-lapangan gas di Indonesia saat ini siap beroperasi dan mampu memberikan jaminan ketahanan energi nasional hingga 2070," ujar Lendi di depan Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/2).

Menurutnya, menjadi aneh ketika Menteri ESDM menyatakan program konversi ini tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat dikarenakan aturannya baru diterbitkan November 2011 dan keterbatasan infrastruktur pendukungnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa Jero Wacik sangat lamban dalam merespon kebutuhan energi nasional saat ini."
"Jero Wacik berulang kali salah dalam mengambil kebijakan, khususnya soal penggunaan gas bagi masyarakat.

Gas berbentuk LGV yang harus diimpor dari negara lain, justru lebih diprioritaskan," ungkapnya. Sementara, lanjut Lendi, CNG yang stoknya melimpah tidak pernah dimanfaatkan secara serius.

"Akibat kesalahan Menteri ESDM itu , Pertamina dipaksa untuk selalu mengimpor LGV milik asing sehingga merugikan keuangan negara triliunan rupiah."

Ia menilai, berbeda halnya dengan Menteri BUMN, Dahlan Iskan yang mampu menangkap kepentingan strategis energi nasional dari program konversi BBM ke BBG. "Negeri ini akan menghemat 40 persen pengeluarannya jika program ini direalisasikan dengan memanfaatkan gas cadangan dalam negeri."(Ulintha)

    CopyRight www.Wartajakarta.com 2007-2012