Jumat, 17 Februari 2012 - 13:16:05 WIB
Batik indonesia makin di akui dunia
Diposting oleh : Redaksi
(Wartajakarta.com)-Pameran Adiwastra Indonesia 2012 kembali digelar yang ke-5 sejak penyelenggaraan tahun 2008 yang lalu, dengan menampilkan berbagai produk kain tradisional unggulan dari daerah-daerah nusantara, Untuk pameran tahun ini yang bertemakan “Tema Kearifan Lokal Menuju Kreasi Berpotensi Global (From Local Wisdom to Global Value Creation).


Batik saat ini di akui sebagai warisan seni dan budaya indonesia yang sudah di akui oleh Unesco, popularitas batik meningkat tajam, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegar Batik yang merupakan bagian dari aktualisasi dan apresiasi akan kecintaan dan kebanggaan pada produk anak bangsa yang berpijak pada keragaman warisan budaya dan kearifan tradisonal menimbulkan kreasi – kreasi yang menginspirasikan para pengerajin.

Kali ini pameran di selenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) 15-19 febuari 2012 yang di buka oleh wakil MPR Ibu Hj.Melani Leimena Suharli. salah satu pengerajin yaitu Art@ Batik, dalam pameran Adiwastra Indonesia .

“Pameran ini sebagai upaya promosi bagi para pengerajin batik sehingga dapat dikenal masyarakat luas tidak hanya di dalam negeri namun juga mancanegra,”kata Albiinner Panjaitan pada wartawan di sela-sela pameran.

Pameran yang diikuti lebih dari 400 pengrajin, Art@ Batik adalah satu-satunya pengrajin yang berani menampilkan kreasi-kreasi hasil perpaduan dari berbagai daerah. ”Batik yang kami tampilkan adalah hasil disagen sendiri yang kami padu padankan dari bebarapa motif batik daerah seperti batik Jogya, Solo, Pekalongan hingga Sumatera,” jelas Albinner. Bahkan menurut pengerajin yang telah menekuni dunia batik sejak lima tahun lalu talah berhasil memadukan motif – motif luar negeri seperti China dan Jepang dengan tujuan agar batik hasil kreasi Art@ Batik dapat diterima di pasar Intenasional

”Saat ini batik sudah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri pengunaan busana ataupun kain batik tidak lagi terbatas pada tradisi saja,tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan modern, sudah saatnya para pengerajin batik tidak selulu terpaku pada pakem daerahnya, namun harus mampu menciptakan kreasi kreasi sesuai perkembangan baik itu busana, fashion, ataupun kebutuhan interior,”ujar Albinner.

Menurut pria asal Sumater, bahwa segi keterampilan dan kreativita para pengerajin Indonesia telah di akui baik tingkat nasional maupun internasional. Keindahan ragam hias, warna dan tekstur batik Indonesia yang beraneka ragam selalu mengundang kekaguman para pencinta batik.

“Saya telah mensurvey pasaran batik di luar terutama negara - negara ASEAN agar batik kita dapat diterima di pasar Internasional dan sehingga mampu GO Internasional."ujar Albinner yang saat ini telah memiliki tujuh outlet yang tersebar di Jakarta seperti Sarinah Thamrin, Pasar Raya Blok M, Kelapa Gading Mall, Emporium Mall, dan juga SOGO Dept store.serta Pekalongan.

"Permintaan masyarakat Indonesia akan batik cukup tinggi dengan produksi dan outlet yang kami miliki saat ini sudah mampuh memenuhi permintaan pasar dalam negeri, namun dalam waktu dekat target kami adalah pasar internasional,”katanya. Karena itu dirinya berharap agar pemerintah untuk lebih sering menyelenggarakan even – even pameran yang berskala internasional.Danny*


    CopyRight www.Wartajakarta.com 2007-2012