Selasa, 11 Oktober 2011 - 12:38:31 WIB Origami Raksasa Untuk Warga Jepang Diposting oleh : Redaksi
( Wartajakarta ) ----- Japan Education Fair di Indonesia (JEFI) yang diselenggarakan PT Pandan International akan menampilkan 20 sekolah Jepang beserta Pesta Budaya Jepangnya diHotel Nikko Jakarta hari Minggu 16 Oktober 2011 jam 10.00-18.00.
Selain acara pendidikan, dan budaya, ada rangkaian Origami Raksasa sebanyak
110.311 origami burung yang dibuat 4.413 warga Indonesia, dirangkai satu bingkai
raksasa, dijuluki "Care for Japan" yang akan diserahkan kepada Duta Besar Jepang
untuk Indonsia, Yoshinori Kattori di acara JEFI tersebut. BBingkai Origami
ini juga mendapat sertifikat dari MURI sebagai origami terbesar di Indonesia.
Rasa keprihatinan mendalam bangsa Indonesia terhadap penderitaan akibat bencana
alam di Tohoku Jepang 3 Maret lalu tercermin dalam bentuk orgami, salah satu
budaya Jepang yang sangat populer di berbagai negara. Sanggar Origami Indonesia
dan Komunitas Origami Indonesia yang melaksanakan hal itu sejak Maret hingga
Juni lalu, sebagai hasil karya tangan warga Indonesia baik anak-anak mauoun
kalangan dewasa.
Dukungan moral dan simpati angsa Indonesia ini diharapkan dapat meringankan
beban para korban bencana alam di Jeang tersebut yan saat ini masih terus
bejuang dalam masa pemulihan kepada kehidupan normal kembali.
Kesempatan sosial ini berpadu dengan dunia pendidikan Jepang-Indonesia yang
sekaligus menampilkan berbagai budaya Jepang sebagai upaya mendekatkan diri
kedua bangsa dan menjalin hubungan kedua bangsa lebih baik lagi di masa mendatang.
Banyak sekali siswa Indonesia selama ini ingin sekolah ke Jepang tetapi hambatan
tidak sedikit dijumpai. Informasi pendidikan dan sekolah Jepang sangat kurang
khususnya dalam bahasa Indonesia. Kurang banyaknya kegiatan pendidikan Jepang di Indonesia khususnya promosi sekolah Jepang. Terlebih lagi hambatan tidak adanya kontak (Representative) Indonesia di Jepang.
Untuk itulah Japan Education Fair in Indonesia (JEFI) muncul sejak tahun 2009,
di mana Pandan College sebagai motor utama penggerak kegiatan ini. Sudah enam kali dan Minggu 16 Oktober 2011 yang ketujuh kali penyelenggaraan JEFI yang akan diikuti sekitar 20 sekolah Jepang.
Pandan College (Sekolah Bahasa Jepang di Indonesia) dengan kantor pusat berada
di Tokyo, Jepang, dipimpin orang Indonesia, berusaha menjembatani dan berusaha
mengisi semua kekurangan tersbeut. Bahkan Pandan College satu-satunya yang dapat melakukan sistem terintegrasi sekolah ke Jepang saat ini di Indonesia melalui pelayanan lengkap mulai pengurusan visa pelajar ke Jepang, penjemputan di bandara Jepang, pencarian rumah tinggal, pengantaran ke sekolah di Jepang, monitoring selama belajar dan setelah lulus pengantaran siswa kembali ke Indonesia.
Dengan pelayanan terintegrasi tersebut Siswa-siswi Indonesia tidak akan Homesick
selama belajar di Jepang dan akan mendapat bantuan pertolongan serta bimbingan terbaik dari pimpinan Office Promosi Ltd. , kantor pusat Pandan College yang ada di Tokyo Jepang. Pameran dan seminar pendidikan Jepang yang tergabung dalam JEFI ini memiliki kelebihan.
1. Kamilah yang pertama kali menyelenggarakan acara pameran dan seminar
pendidikan Jepang di Indonesia dengan jumlah peserta sekolah Jepang terbanyak (hampir mencapai 30 sekolah Jepang berpartisipasi saat pertama diselenggarakan JEFI) khususnya sekolah bahasa Jepang dari Jepang.
2. Kamilah yang menyelenggarakan acara pameran dan seminar pendidikan Jepang di
Indonesia, dilakukan oleh orang Indonesia yang memiliki perusahaan dan bermarkas
di Jepang, sehingga terkait erat dan dapat mempertanggungjawabkan dengan segala
perkembangan siswa-siswi Indonosia yang berada di Jepang, khususnya yang
dikirimkan melalui perantara kami.
3. Pertama kali menyelnggarakan acara pameran dan seminar pendidikan Jepang di
Indonesia, dilakukan oleh orang Indonesia, serta JEFI mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah Jepang (Kedutaan Besar Jepang di Indonesia), The Japan Foundation, Jetro dan Kadin Indoneisia. Bahkan dalam sejarah penyelenggaraan JEFI di berbagai Negara, dukungan dari Jetro (Jakarta), barulah pertama kali diperoleh saat penyelenggaraan JEFI kami ini.
Jumlah pengunjung acara JEFI sekitar dua ribu (2000) orang terdiri para kalangan
siswa-siswi Indonesia (mayoritas) serta kalangan terkait dunia pendidikan
Indonesia.
Acara JEF ini dilaksanakan 2 kali setahun yaitu Februari dan Agustus dan semakin
lama diharapkan dilakukan sesering mungkin sehingga gaung informasi sekolah
Jepang khususnya dan segala hal mengenai Pendidikan Jepang umumnya, dapat semakin
diterima dengan baik di Indonesia.
Khusus 16 Oktober 2011 dilakukan bukan di bulan Agustus karena adanya kejagian
bencana alam serta kasus radioaktif di Fukushima tanggal 11 Maret 2011, sehingga
membuat ketakutan mungkin beberapa orang luar Jepang untuk dating ke Jepang. Namun tentu saat ini telah kembali normal kembali kedaan di Jepang.
Kegiatan pameran dan seminar pendidikan Jepang ini memang mendapat sambutan
sangat luas dari masyarakat Indonesia sehingga bukan hanya masyarakat pelosok
Indonesia, misalnya dari Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan yang ingin dibuatnya acara
seperti ini, tetapi calon pelajar yang ingin sekolah ke Jepang pun, khusus dating dari tempat jauh ke Jakarta hanya dengan maksud dapat konsultasi langsung dengan berbagai pimpinan sekolah Jepang yang kami bawa ke Jakarta ini. Syukurlah banyak hasil yang diperoleh mereka yang khusus dating jauh-jauh dari luar pulau Jawa.
Tentu saja pada akhirnya kami berharap dengan kegiatan JEFI ini bukan hanya
semakin banyak siswa Indonesia pergi belajar ke Jepang, tetapi yang ada di Indonesia pun dapat juga semakin tinggi motivasinya untuk belajar bahasa Jepang, agar dapat mengisi lowongan kerja khususnya bagi Perusahaan Jepang yang saat ini semakin banyak melakukan investasi di Indonesia. Mereka sangat membutuhkan bantuan dari generasi muda Indonesia yang dapat berbicara fasih bahasa Jepang. Mudah-mudahan saja win-win solution ini dapat terpenuhi dalam waktu dekat. Saat ini, menurut data The Japan Foundation, hanya sekitar 300.000 orang Indonesia dari 240 juta penduduk Indonesia yang bisa berbahasa Jepang.

|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| CopyRight www.Wartajakarta.com 2007-2012 |
|